Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts
Showing posts with label Lain-Lain. Show all posts

23 September 2009

Kiamat 2012? Alhamdulillah, Ternyata Insya Allah Tidak

Sangat santer diberitakan kalau tahun 2012 bakalan terjadi kiamat. Hampir semua kalangan ramai-ramai membicarakan prediksi ini. Karena ramalan kalender maya lah, ada bencana dahsyat lah, pokoknya ada aja alasan yang bilang kenapa tahun 2012 itu bakalan terjadi kiamat? Tapi apakah benar? Kiamat memang hanya ilmu Allah SWT, tapi disini saya akan coba nyari-nyari benar nggak sih bakalan terjadi kiamat yang katanya orang-orang terjadi tanggal 21 Desember 2012 (wah deket ulang tahun saya lho, hehe).


Sebenarnya apa yang akan terjadi sih tahun 2012?

Berdasarkan sumber http://pakarfisika.wordpress.com/2008/12/05/isu-kiamat-2012-ternyata-badai-matahari/, menurut Pak Bambang Tedjasukmana dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), bahwa fenomena yang akan muncul pada sekitar tahun 2011-2012 adalah Badai Matahari. Prediksi ini berdasar pada pemantauan pusat pemantau cuaca antariksa di berbagai negara maju yang sudah dilakukan sejak tahun 1960-an dan Indonesia oleh LAPAN telah dilakukan sejak tahun 1975.

Masih menurut ahli lain dari LAPAN, bahwa Badai Matahari akan terjadi ketika adanya Flare dan Corona Mass Ejection (CME). Badai Matahari = Flare dan CME. Apa itu Flare? Flare adalah ledakan besar di atmosfer Matahari yang dahsyatnya menyamai 66 juta kali ledakan bom atom Hiroshima. Padahal bom atom yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS) jenis B-29 Enola Gay pada Agustus 1945 itu telah merenggut sekitar 80.000 jiwa manusia. Berarti kalau 66 juta kalinya? Jangan dibayangin dahsyatnya. Sedang CME adalah sejenis ledakan sangat besar yang menyebabkan lontaran partikel-partikel berkecepatan tinggi yakni sekitar 400 km/detik (ckckck coba punya motor yang bisa cepet banget kayak gitu).

Gangguan cuaca Matahari ini dapat mempengaruhi kondisi muatan antariksa hingga mempengaruhi magnet Bumi, selanjutnya berdampak pada sistem kelistrikan, transportasi yang mengandalkan satelit navigasi global positioning system (GPS), dan sistem komunikasi yang menggunakan satelit komunikasi dan gelombang frekuensi tinggi (HF), serta dapat membahayakan kesehatan atau kehidupan manusia, misal karena magnet Bumi terganggu, maka alat pacu jantung juga akan terganggu.

Peristiwa Badai Matahari ini sebelumnya juga pernah terjadi pada tanggal 1 September 1859. Namanya Peristiwa Carrington. Ini gambarnya :




Yang terjadi saat itu adalah dunia sudah terang benderang padahal baru pukul 2 dinihari! Terus mati lampu dimana-mana. Sinyal nggak ada sama sekali. Bahkan AS saja yang notabene negara paling makmur saat itu, harus menjadi "daerah mati" selama kurang lebih 9 jam. Korban luka? Katanya sih enggak ada, paling yang punya sakit jantung aja.

Model-model matematis yang dikembangkan NASA menyebut Badai Matahari pada tahun 2012 esok akan menyamai peristiwa Carrington 1859 silam, dengan efek yang merusak terhadap sistem telekomunikasi, satelit dan kelistrikan namun jauh lebih besar. Sebagai gambaran, Badai Matahari 1989 (yang kekuatannya mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 7 derajat dari magnetic north) mengakibatkan kerusakan pada trafo listrik Ontario Hydro. Dan dalam badai Matahari 2011-2012 (yang diperkirakan mampu membelokkan arah jarum kompas hingga 15 – 20 derajat), tentunya kerusakan itu bisa menjangkau daerah yang lebih jauh, bahkan hingga ekuator. Diprediksi Badai Matahari ini mungkin akan memutuskan pasokan listrik umat manusia, sinyal ponsel, bahkan termasuk sistem pasokan air untuk beberapa waktu. Ternyata nggak seperti yang kita bayangkan ya, alhamdulillah nggak separah itu (hah nggak parah?). Saya pikir kayak yang di film Knowing.

Di Indonesia Sendiri?

Berdasarkan sumber http://kelilingsurabaya.blogspot.com/2009/06/masyarakat-tak-perlu-khawatir-dampak.html, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap badai matahari yang diprediksikan terjadi pada 2012, karena dampaknya terkait dengan cuaca maupun iklim di Indonesia tidak signifikan. "Apalagi kita tinggal di dekat khatulistiwa dan berdekatan dengan samudera yang luas, maka tidak perlu khawatir terhadap kemungkinan terkena dampak dari badai matahari itu, seperti terjadi kemarau panjang yang mengancam ketersediaan pangan dan air bersih," kata Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Geofisika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta Toni Agus Wijaya, Rabu.

Kesimpulan?

So, jadi, anggapan bahwa tahun 2012 itu bakal terjadi kiamat insya Allah enggak bener ya kan, "hanya" bencana alam saja kok (hanya doang?!). Tapi tetap ambil positifnya, BANYAK-BANYAK IBADAH!

Difilter dari : http://www.facebook.com/note.php?note_id=263856525230

06 November 2008

Untuk yang Ingin Tau tentang PLC (Power Line Communication)

Teknologi Power Line Communication adalah cara untuk mentransmisikan data dengan memanfaatkan jaringan listrik yang sudah ada. Jalur listrik merupakan hal yang sangat umum dan sangat mudah ditemukan. Hampir setiap ruangan di sebuah rumah menyediakan stop kontak, bahkan beberapa di antaranya menyediakan lebih dari satu stop kontak. Berbekal kenyataan ini, secara sederhana dapat disimpulkan bahwa komunikasi via jalur listrik ini sangatlah mudah dilakukan karena infrastrukturnya sudah ada.

Proses pemasangan PLC ini sangatlah mudah dan cukup murah karena infrastruktur jalur listrik dan stop kontak sudah pasti ada di setiap rumah. Anda hanya perlu membeli PLC adapter yang sudah mulai banyak dijual dengan harga terjangkau. PLC adapter ini bentuknya cukup praktis, kira-kira seperti adaptor pada umumnya. PLC adapter ini dipasang pada stop kontak listrik biasa. PLC adapter ini memiliki keluaran Ethernet yang harus dikoneksikan ke perangkat jaringan yang ingin terkoneksi, misalnya Ethernet di notebook, PC ataupun perangkat jaringan lainnya. Jadi, dengan adanya Power Line Communication, semua stop kontak yang ada di rumah kita akan bisa digunakan untuk akes internet.
Power Line Communication tidak hanya bisa digunakan untuk akses internet, tapi juga digunakan sebagai perangkat komunikasi suara (VoIP), transmisi video (video on demand), ataupun bentuk-bentuk lain, termasuk telepon dan pembacaan listrik untuk informasi tagihan listrik. Selain itu, Power Line Communication dapat merealisasikan ide “Rumah Cerdas” (Smart Homes System), yaitu kemampuan komunikasi dan otomasi alat-alat rumah tangga di rumah yang sudah terkomputerisasi (smart appliances) seperti televisi, lemari es, pemanas ruangan, alat musik, alarm kebakaran, dan surveillance system. Dalam Smart Homes System, setiap perangkat elektronik dalam rumah akan mempunyai alamat IP masing-masing pada Powerline Network kita. Kita dapat mengakses berbagai perabotan rumah tangga menggunakan alamat IP tersebut sama seperti kita dapat mengirim sebuah pesan dari sebuah komputer ke komputer lainnya.
Di Indonesia, teknologi PLC diperkenalkan oleh anak perusahaan PLN, Icon+, yang sengaja didirikan untuk komersialisasi aset-aset PLN di bidang bisnis telekomunikasi dan informatika, mengingat jaringan listrik yang dimiliki PLN sangat potensial. PT PLN juga bekerja sama dengan pihak swasta, yaitu antara PT.PLN (Persero) Distribusi Jawa Tengah dan DIY dengan PT. Power Telecomm (PowerTel).
Pengaturan pengelolaan PLC diatur dalam UU Telekomunikasi No. 36 tentang Deregulasi Sektor Telekomunikasi. Percobaan teknologi PLC sudah berjalan sejak 2001 di Kompleks Perumahan PLN Duren Tiga dan beberapa hotel dan perkantoran di Jakarta-Bandung. Selama dua tahun percobaan, akses internet lancar, tidak ada keluhan seperti terkena setrum atau membengkaknya biaya listrik bulanan. Kecepatan akses internet berkisar antara 117-121 Kbps.